Tidak ada produk di keranjang

Perubahan Bentuk Payudara Wanita, Mom’s Wajib Tahu!.
Sebagai keturunan dari Hawa, perempuan akan mengalami banyak perubahan pada tubuhnya ketika menginjak masa pubertas. Payudara akan tumbuh besar, terlihat padat namun lembut ketika disentuh. Saat inilah kamu terlihat sebagai wanita. Tapi payudara tak akan selamanya punya bentuk yang sama lho Mom’s & Ladies.
Menurut Rebecca Brightman, seorang ob-gyn yang berbasis di New York pada cosmopolitan.com mengatakan setidaknya ada 5 tahapan perubahan bentuk payudara pada Wanita selama hidupnya. Perubahan bentuk-bentuk payudara akan terus terjadi seiring bertambahnya usia, dimulai dari perkembangan lobus di jaringan payudara, aktifnya kelenjar susu pada masa pubertas, hingga penyusutan saluran susu. Penyusutan saluran susu merupakan perubahan terakhir yang terjadi pada payudara dan terjadi pada usia 35 tahun.
Berikut adalah tahapan perubahan bentuk-bentuk payudara yang terjadi selama siklus kehidupan wanita, mulai dari masa pubertas hingga mencapai masa menopause:
1.Fase Awal Pubertas
Terjadi lonjakan hormon estrogen yang merangsang kelenjar susu sehingga membuat payudara mulai tumbuh dan berkembang.
Masa pubertas perempuan juga salah satunya ditMom’s & Ladiesi dengan datangnya menstruasi. Nah, payudara pun mengalami perubahan bentuk pada periode menstruasi.
Menjelang menstruasi, produksi hormon estrogen dan progesteron yang memicu perkembangan jaringan di dalam payudara meningkat. Nggak heran sebelum menstruasi kamu bakal merasa payudara membengkak dan lebih padat.
2.Fase Dewasa
Terjadi di awal usia 20-an sebelum masa kehamilan dan menyusui. Faktor genetik berpengaruh besar dalam perkembangan kepadatan dan ukuran payudara.
Namun faktor eksternal, seperti pemakaian bra yang tepat, asupan bergizi, dan aktivitas fisik juga bisa memengaruhi bentuk payudara.
Payudara pada fase dewasa akan lebih padat berisi dan area di sekitar putingnya menggelap sesuai warna kulit. Tetapi karena terdiri dari jaringan lemak, maka bentuk dan ukuran payudara juga dipengaruhi oleh naik turunnya berat badan.
Perubahan tubuh yang ekstrem, contohnya dari sangat gemuk menjadi kurus, bisa jadi memunculkan stretchmark pada permukaan kulit payudara. Stretchmark adalah garis-garis putih atau kecokelatan dan sedikit menonjol di kulit.
3.Fase Hamil
Perubahan hormon selama kehamilan, termasuk hormon prolaktin, menyebabkan perubahan bentuk payudara sebagai persiapan masa menyusui.
Kelenjar susu akan berkembang dan payudara cenderung membesar yang terkadang menimbulkan rasa nyeri dan bengkak. Puting payudara akan mengeras dan area di sekitarnya (areola) menggelap.
Untuk mengurangi rasa kurang nyaman, kompres payudara menggunakan air hangat. Pijat payudara untuk mengurangi bengkak dan menstimulasi kelenjar susu juga bisa dilakukan pada trimester kedua.
4.Fase Menyusui
Hormon prolaktin yang membantu produksi ASI semakin meningkat. Payudara lebih besar, padat, serta mengencang terutama ketika produksi ASI penuh. Puting semakin menggelap dan areola melebar.
Biasanya setelah menyusui kepadatan payudara berkurang dan payudara akan tampak mengendur. Usahakan menyusui dengan seimbang pada payudara kanan dan kiri agar bentuknya tidak besar sebelah. Gunakan juga bra menyusui yang nyaman dan tepat untuk menyokong payudara.
5.Fase Menopause
Produksi hormon pada fase menopause semakin berkurang. Tejadi pengecilan payudara (atrofi) yang biasanya terjadi pada usia 40-50 tahun. Kulit payudara juga terlihat menyusut dan kendur karena jaringan payudara semakin tidak elastis.
Masalah yang terjadi biasanya adalah payudara semakin mengendur, muncul stretch marks, dan jarak antar payudara semakin lebar. Rawat payudara dengan rutin mengoles pelembap serta melakukan pola hidup sehat, seperti makan makanan sehat dan rutin berolahraga.
Meski perubahan payudara dalam setiap fase kehidupan perempuan adalah hal yang alami terjadi, perawatan kecantikan dan kesehatan payudara tidak boleh diabaikan.
Pilih Ukuran Bra yang Pas
Selain perkembangan payudara, ukuran bra juga perlu diperhatikan. Menggunakan ukuran bra yang pas bisa mengurangi masalah yang sering dihadapi wanita dengan branya. Contohnya saja, bra yang pas ukurannya tak akan menjepit Mom’s & Ladies, bergerak, atau kopong. Jadi gunakan waktu Mom’s & Ladies untuk mengetahui ukuran bra yang pas.
Ada dua bagian dalam ukuran bra, yakni ukuran dada atau yang disebut band size (ukuran tali) dan ukuran mangkok (cup size).
Untuk ukuran dada atau tali bra biasanya menggunakan 32, 34, 36, 38 dan masih banyak lagi. Dan ini dengan mengukur sekeliling dada wanita.
Sementara ukuran cup biasanya menggunakan huruf seperti A, B, C, D, dan lain-lain.
Baca juga artikel Tips Menentukan Ukuran Bra Yang Tepat agar tidak salah memilih ukuran bra ya Mom’s & Ladies.
Tag : #