Tidak ada produk di keranjang

Rutin melakukan SADARI dapat membantu Moms & Ladies melindungi diri dari kanker payudara. Kanker payudara merupakan kanker dengan jumlah kasus terbanyak, dan menjadi salah satu penyebab kematian utama akibat kanker, karena sebagian besar pasien kanker payudara datang berobat pada stadium lanjut. Padahal, jika terdeteksi dini dan segera diterapi, sebetulnya kanker bisa dikalahkan.
Payudara umumnya akan terasa berbeda semasa menstruasi. Sebelum dan selama periode ini, kebanyakan wanita merasa payudaranya semakin mengencang dan padat. Memasuki masa menopause, payudara juga akan mengalami perubahan, yaitu menjadi lebih kendur dan lembut.
Perubahan bentuk dan kepadatan payudara pada masa tertentu normal untuk terjadi. Namun, mewaspadai segala bentuk perubahan yang ada penting karena ini bisa menjadi pertanda dari penyakit tertentu, seperti tumor atau kanker payudara.
Oleh karenanya, wanita perlu untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) setiap 1 bulan sekali, guna mengetahui ada tidaknya perubahan bentuk payudara dari waktu ke waktu.

Bagaimana Cara Memeriksa Payudara?
Waktu terbaik untuk melakukan SADARI adalah seminggu setelah periode menstruasi berakhir. Melakukan pemeriksaan pada masa menstruasi kurang disarankan karena kadar hormon sedang berfluktuasi sehingga menyebabkan perubahan pada tubuh, termasuk pada payudara yang menjadi lebih kencang.
Pemeriksaan SADARI dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:
Di depan cermin
Mom's & Ladies bisa melakukan SADARI di depan cermin. Mom's & Ladies cukup berdiri di depan kaca, lalu buka pakaian dari pinggang ke atas. Pastikan terdapat cukup pencahayaan dalam ruangan, kemudian lakukan langkah berikut:
Saat mandi
Mom's & Ladies juga dapat melakukan SADARI saat mandi yang dapat dimulai dengan mengangkat satu tangan ke belakang kepala. Kemudian, gunakan tangan lain yang telah dilumuri sabun untuk meraba payudara di sisi tangan yang terangkat. Gunakan jari untuk menekan-nekan bagian demi bagian dengan lembut.
Lakukan hal yang sama pada payudara satunya. Pemeriksaan SADARI saat sedang mandi terbilang cukup efektif karena busa sabun akan memudahkan pergerakan tangan untuk memeriksa benjolan atau perubahan pada payudara dan area ketiak.
Berbaring
Pemeriksaan SADARI juga dapat dilakukan dengan berbaring. Caranya mudah, yaitu cukup baringkan tubuh Mom's & Ladies di tempat tidur atau permukaan datar lain yang nyaman, lalu tempatkan gulungan handuk atau bantal kecil di bawah pundak.
Kemudian, tempatkan tangan kanan di bawah kepala. Lumuri tangan kiri dengan losion dan gunakan jari tangan untuk meraba payudara kanan.
Lakukan perabaan payudara mengikuti arah jarum jam dengan gerakan melingkar. Setelah mencapai satu lingkaran, geser jari dan mulailah kembali hingga seluruh permukaan payudara terjamah, termasuk putingnya.
Tidak perlu terburu-buru saat melakukan pemeriksaan. Pastikan semua permukaan payudara telah teraba dengan seksama. Pemeriksaan SADARI dengan cara berbaring ini membuat payudara melebar sehingga memudahkan untuk diperiksa.
Saat dan setelah melakukan pemeriksaan SADARI Mom's & Ladies harus tetap tenang jika mendapati adanya perubahan pada payudara. Meski harus tetap waspada, sebagian besar perubahan fisik tidak mengarah pada kanker payudara.
Ini yang Harus Dilakukan jika Terdapat Perubahan pada Payudara
Jika ditemui adanya benjolan atau perubahan pada payudara, jangan panik karena ini dapat disebabkan oleh banyak hal. Sebagian besar kasus pun tidak mengarah pada penyakit yang serius. Dari 10 kasus yang ada, hanya 1 kasus benjolan yang bersifat kanker.
Meski demikian, Mom's & Ladies tetap harus segera memeriksakan segala perubahan yang ada ke dokter. Pasalnya, jika disebabkan oleh kanker, Mom's & Ladies harus segera mendapatkan penanganan yang tepat.
Beberapa tanda bahwa Mom's & Ladies perlu segera melakukan pemeriksaan ke dokter pasca melakukan SADARI adalah:
Pemeriksaan payudara secara klinis juga mungkin diperlukan untuk menentukan apakah benjolan dan penyebab perubahan pada payudara merupakan t Mom's & Ladies dan gejala awal dari kanker payudara.
Pemeriksaan yang bisa dilakukan oleh dokter meliputi pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, seperti mammogram, magnetic resonance imaging (MRI), dan USG. Jika dari hasil pemeriksaan terdapat kecurigaan akan adanya kanker, dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan biopsi.
Periksa payudara sendiri atau SADARI sebaiknya sudah dilakukan sejak usia 20 tahun dan diperlukan pemeriksaan yang lebih sering jika usia Mom's & Ladies telah mencapai 50 tahun ke atas atau jika terdapat riwayat kanker payudara dalam keluarga.
Pemeriksaan untuk mendeteksi potensi kanker juga perlu dilakukan secara teratur agar kelainan pada payudara dapat diketahui sejak dini.
Tag : #HEALTH